Milinkovic-Savic Dapat Dukungan Untuk Hijarah Ke Manchester United

Sergei Milinkovic Savic

Penggawa Lazio, Sergej Milinkovic-Savis tengah kencang-kencangnya dirumorkan akan hengkang ke Manchester United pada bursa transfer musim panas 2018. Kepindahannya itu pun ternyata mendapat dukungan dari rekan senegaranya di Tim Nasional Serbia yakni Dusan Tadic.

Pujian pun dilayangkan Tadic kepada Melinkov-Savic yang layak untuk mendapatkan tempat di Old Trafford. Kemampuannya dalam menangani semua perhatian yang kini tertuju padanya pun membuat rekan setim internasionalnya itu bangga.

Pasalnya pemain berusia 23 tahun itu kini tengah diminanti oleh banyak klub dan salah satunya yang paling kuat datang dari Man United. Bahkan harga tinggi yang diberikan Lazio untuk merekrut Milinkovic-Savic pun dirasakan tepat.

“Dia pemain yang bagus, dia masih muda. Dia bisa belajar banyak hal tetapi dia memiliki bakat yang besar. Dia punya kapasitas untuk pergi jauh. Dia adalah masa depan sepakbola Serbia. Saya mengatakan kepadanya untuk tenang dan berkerja dengan cerdas dan dia melakukannya ” ungkap Tadic mengutip dari situs FIFA.

“Dia perlu berkerja untuk timnya dan setelah itu dia dapat menunjukan kualitasnya. Saya pikir dia adalah pemain yang pintar. Dia adalah anak yang baik dan dia hanya perlu menjaga ketenangan pikiranya ( dalam rumor ke Man United). Ada masa depan yang besar untuknya” tambahnya.

Milinkovic-Savic dan Tadic merupakan pemain Timnas Serbia yang pada laga pembuka sukses membuat perhatian. Kemenangan 1-0 atas Kosta Rika membuat skuad The Eagles-julukan Timnas Serbia mendapat banyak sorotan digelaran Piala Dunia 2018.

Mats Hummels Mengkritik Cara Bertahan Jerman Saat Menghadapi Meksiko

Mats Hummels

Bek tengah Timnas Jerman, Mats Hummels mengkritik cara bermain yang di tampilan kan oleh skuad asuah Joachim Low itu pada saat takluk dari Meksiko. Menurut Hummels dilini pertahan hanya menyisahkan dirinya dan Jerome Boateng saat diserang oleh Meksiko.

Patut diakui juga kalau penampilan dari Timnas Jerman sangat lah buruk pada laga perdana mereka di grup F Piala Dunia 2018. Bagaimana tidak dimana Jerman yang berpredikat sebagai juara Piala Dunia edisi sebelumnya tidak mampun untuk mengimbangi permainan dari Meksiko, yang diatas kerta kualitasnya berada dibawah tim asuhan dari Low itu.

Terlebih lagi saat bertahan dari serangan balik cepat yang dilancarkan para pemain Meksiko, terutama Hirving Lazano dan Javier Hernandez. Tampak ketika diserang Jerman hanya mengandalkan Hummels dan Boateng untuk bertahan.

Pada hal kedua pemain itu memiliki kecepatan yang cukup untuk menahan gempuran Meksiko. Pasalnya Meksiko bermain mengandalkan kecepatan dan serangan balik yang cepat untuk membongkar lini pertahanan Jerman.

“Meksiko pantas untuk memenangkan pertandingan, karena kami membuatnya terlalu mudah bagi mereka. Kami tidak seharusnya membiarkan itu terjadi. Jika tujuh atau delapan pemain menyerang, maka jelas sisi penyerangan lebih stabil dari pada pertahanan” ungkap Hummels

“itulah yang sering sayang katakan secara internal. Stabilitas kami tidak baik. Anda dapat mengatakan bahwa hanya ada Jerome Boateng dan saya dibelakang pertahanan, Meksiko tanpa ampun menyerang kami” tuntas pemain yang membela Bayern Munich tersebut.

Mimpi Yang Menjadi Kenyataan, Kiper Islandia Berhasil Mengagalkan Penalti Messi

Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

Penjaga gawang  Timnas Islandia, Hannes Thor Halldorsson tidak bisa lagi menyampaikan perasaan bahagia nya setelah berhasil menggagal kan tendang penalti Lionel Messi. Halldorsson mengaku penyelamatan itu merupakan salah satu penyelamatan terbaik yang pernah ia lakukan sepanjang karier nya. Sebab berkat aksi penyelamatan nya Timnas Islandia berhasil menahan imbang Timnas Argentina 1 – 1 dalam lanjutan pertandingan grup D  Piala Dunia 2018 Russia.

Pertandingan antara Islandia dan Argentina tadi memang berlansung dengan sangat ketat. Dimana kedua tim berhasil bermain imbang dengan skor 1-1 hingga pertengahan babak kedua. Namun pada menit 64 Argentina berhasil mendapatkan peluang emas untuk bisa unggul setelah Lionel Messi mendapatkan hadiah penalti, namun disayangkan sekali penalti tersebut berhasil digagal kan oleh Halldorsson sehingga kedudukan tetap 1-1 hingga pertandingan berakhir.

Sang penjaga gawang itu sendiri merasa sangat bahagia karena bisa mengagalkan tendangan penalti pemain terbaik dunia tersebut. ” Ini adalah seperti mimpi yang menjadi kenyataan dimana saya berhasil menepis tendangan penalti itu” buka Halldorsson kepada situs halam resmi FIFA.

Halldorsson sendiri mengakui bahwa penyelamtan yang dilakukan oleh nya itu bukan lah sebuah kebetulan tetapi karena ia sudah mempelajari teknik penalti dari Messi.

” Saya sangat senang sekali atas penyelamatan itu,sehingga berhasil menghindarkan tim kami atas kekalahan dan juga memberikan poin penting buat tim untuk bisa lolos ke fase grup”

“Saya sendiri memilki banyak pekerjaan rumah.Saya banyak menonton video penalti Leonel Messi”

Selain mempelajari video penalti Messi, Haldorsson juga mengakui bahwa ia menggunakan instingnya untuk menepis tendangan penalti tersebut. Berkat penampilan gemilang itu Islandia berhasil mengamankan satu poin dari Argentina. Mereka akan mengincar kemenangan pada pertandingan kedua melawan Nigeria pada hari jumat (22/6) mendatang.

Hasil Pertandingan Spanyol Melawan Portugal Berakhir Imbang

Spanyol VS Portugal 2018

Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Spanyol versus Portugal dilaga perdana grub B yang berlangsung di stadion Olimpiyskiy sabtu (15/6) berlangsung sangat segit, dimana Timnas Spanyol gagal meraih kemenangan usai dimenit-menit akhir pertandingan Portugal berhasil mencetak gol sehingga memaksa score berakhir imbang 3-3.

Pada pertandingan tersebut Spanyol sempat tertinggal lebih dulu oleh Portugal. Pada menit keempat Cristiano Ronaldo mencetak gol cepat melalui tendangan penalti. Spanyol kemudian menyamakan kedudukan di menit ke 24 melalui gol dari Diego Costa.

Namun lagi-lagi Ronaldo bisa kembali membawa Portugal unggul atas Spanyol melalui gol keduanya yang dicetak pada menit ke 44 setelah David Dea Gea gagal mengamankan tendangan keras yang dilakukan oleh Ronaldo yang bertahan hingga babak pertama usai. Pada babak kedua beru berjalan 10 menit Spanyol berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, dimana Diego Costa berhasil mencetak gol kedua nya pada pertandingan tersebut, mantan pemain Chelsea tersebut berhasil mencetak gol setelah menyambut umpan sundulan dari Sergio Busquets hasil dari tendangan bebas David Silva.

Berselang 3 menit dari gol Costa, Spanyol berhasil membalikan keadaan atas Portugal pada menit ke 58 menjadi 3-2 setelah Nacho Fernandez berhasil mencetak gol melalui tendangan kerasnya dari luar kotak penalti yang gagal diamankan oleh Rui Patricio.

Ketika dalam posisi sudah unggul Spanyol sangat dominan dalam penguasaan bola, tetapi hal itu saja tidak cukup untuk mempertahankan keunggulan Spanyol atas Portugal, Karena dimenit-menit akhir masa perpanjangan waktu, lagi-lagi Ronaldo menjadi aktor penting atas gol ketiga sekaligus membawa Portugal bermain imbang dengan Spanyol, dimana gol tersebut dicetak melalui tendangan bebas yang hanya bisa membuat David De Gea terdiam melihat bola masuk kegawang yang dijaganya, gol tersebut sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Berikut susunan pemain dari Portugal dan Spanyol

Portugal (4-4-2) : Rui Patricio, Cedric Soares, Pepe, Jose Fonte, Raphael Guerreiro, Bernardo Silva ( Quaresma 69), Joao Mountinho, William Carvalho, Bruno Fernandes ( Joao Mario 68), Cristiano Ronaldo (C), Goncalo Guendes ( Andre Silva 80).

Spanyol ( 4-2-3-1) : David De Gea, Nacho, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Sergio Busquets, Koke, David Silva ( Vazquez 86), Isco, Andres Iniesta ( Thiago Alcantara 70), Diego Costa ( Iago Aspas 77).

Golovin Menjadi Sasaran Mourinho Setelah Menunjukan Penampilan Apik Saat Melawan Arab Saudi

Golovin

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memberikan pujian tersendiri untuk Aleksandr Golovin yang telah tampil sangat gemilang dalam mengantarkan Russia memenangi laga perdana saat melawan Timnas Arab saudi pada laga pembukaan Piala Dunia 2018. Pujian yang diberikan Mourinho menguatkan Man United untuk melakukan langkah penting dalam bursa transfer musim panas 2018.

Pelatih berpaspor Portugal tersebut memang sedang berada di Moskow dalam pertandingan Piala Dunia sebagai komentator bersama dengan radio Russia. Pujian pun dilayangkan Mourinho terhadapa Golovin yang telah mencuri perhatian pada laga tersebut.

Pada pertandingan tersebut tercatat Golovin sukses menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk membantu Russia untuk memenangkan laga melawan Arab Saudi dengan score 5 – 0, Bahkan Mourinho tidak sungkan untuk memuji sang pemain yang sangat membantu Russia dalam pertandingan tersebut.

“Saya pikir Alan Dzagoev memang bermain dengan cukup baik tetapi ketika dia keluar, fakta mengatakan Golovin bisa bermain keposisi yang lebih sentral dalam usah membantu tim” ungkap Mourinho.

“Tim juga menjadi lebih baik saat Golovin bermain, Golovin adalah seorang playmaker, dan dia adalah salah satu pemain yang bisa memberikan dinamika dalam tim.

Mourinho pun sejatinya sudah mengintai Golovin pada pertandingan pra Piala Dunia lalu saat Russia berhadapan dengan Austria bulan lalu dengan laporan yang sangat menarik dengan Golovin bukan Marko Arnautovic. Pemain berusia 22 tahun tersebut diyakini akan memiliki harga 20 juta poundsterling atau sekira Rp 370 miliar untuk bisa didatangkan dari CSKA Moskow. Sejauh ini Arsenal yang telah dikabarkan memiliki ketertarikan pada pemain tersebut.

Piala Dunia 2026 Akan Di Lakukan Pada Tiga Negara Dan Di Ikutin 48 Negara

Piala Dunia 2026

Federasi sepakbola dunia (FIFA) secara resmi mengumumkan bahwa akan ada tiga negara yang akan menjadi tuan rumah penyenggara Piala Dunia 2026. Berikut ini fakta-fakta terkait terpilihnya Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dalam kongres FIFA di Moskow, Rusia.

Untuk pertam kalinya putaran Piala Dunia akan digelar pada tiga Negara. Tiga negara tersebut juga akan membagi tanggung jawab dalam melakukan penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia 2026, Dimana AS akan mengelar sebanyak 60 laga, sementara Meksiko dan Kanada masing-masing 10 laga.

Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia pertama dengan perserta mencapai 48 negara, lebih banyak dibandingankan saat ini dengan 32 tim. Pada pertandingan final itu sendiri akan diselenggarakan di Metlife Stadium di New Jersey AS, markas dari klub NFL New York Giants dan New York Jets.

Dalam pemungutan suara, AS-Meksiko dan Kanada memperoleh 134 suara, sedangkan Maroko 65 suara. Anggota-anggota yang telah mendukung kandidat gabungan dari Amerika Utara itu sudah mencanangkan bahwa Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, Kanada akan dapat menghasilkan keuntungan 11 miliat dolar AS.

Piala Dunia yang akan dilakukan didaerah  Amerika Utara itu sendiri juga sudah diproyeksikan akan meraup lima miliar dolar dari hasil aktivitas ekonomi jangka pendek, termasuk untuk menciptakan 40.000 pekerjaan dan juga lebih dari 1 miliar dollar penghasilan tambahan untuk kota-kota dan negara tuan rumah.

Lebih dari 5,8 juta tiket akan terjual dan menghasilkan sekitar 2 miliar dolar AS. Sebanyak 23 kota akan menjadi kandidat untuk melakukan penyelenggara pertandingan Piala Dunia 2026 dimana 16 akan terpilih.

Presiden RFEF Merasa Tidak Di Khianati Setelah Memecat Lopetegui

Squad Spayol 2018

 

Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales menolak disebut telah dikhianati Julen Lopetegui. Rubiales mengaku memecat Lopetegui karena ada kewajiban untuk menjaga harkat dan martabat RFEF.

Dalam satu hari terakhir, RFEF dan Tim Nasional Spanyol disibukkan dengan Lopetegui. Dilain sisi secara mengejutkan Real Madrid mengumumkan bahwa Lopetegui akan menangani mereka pada musim depan.

Pelatih berusia 51 tahun itu mendapatkan kontrak tiga tahun dari Madrid. Meski begitu Lopetegui baru akan bertugas bersama Madrid setelah selesai menangani Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2018.

Keputusan itu bisa dibilang mengejutkan RFEF dan Rubiales sendiri. Sebab Rubiales mengaku baru dikabari oleh Lopetegui akan menangani Madrid lima menit sebelum peryataan resmi Los Blancos-julukan Madrid keluar.

Rubiales tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah kepergian Lopetegui ke Madrid. Hal itu karena Madrid menebuh klausul pelepasan Lopetegui yang berada di angka 2 juta euro (Rp 25miliar).

“Saya tidak ada merasa dikhianati oleh Lopetegui dikarenakan dia telah melakukan pekerjaannya dengan sempurna” kata Rubiales

Sebelum mengambil keputusan untuk memecat Lopetegui, Rubiales juga mengaku sudah melakukan pembicaraan kepada para pemain-pemain Timnas Spanyol, Dan Ia menyakini juga bahwa dibawah arahan pelatih baru Timnas Spanyol akan sukses di Piala Dunia 2018.

Nama Vicente del Bosque sempat terdepan untuk menangani Spanyol di Piala Dunia 2018, sebab selain sedang tidak memiliki perkerjaan, Del Bosque juga sudah berpengalaman dalam menangani skuad La Furia Roja-julukan Spanyol dalam kurun waktu 2008-2016.

“Saya sudah berbicara kepada para pemain, dan saya menggaransi mereka bahwa segalanya akan berjalan baik dengan hadirnya pelatih baru. Pelatih baru akan mengambil tim secepat mungkin” tutup pria berkepala plontos itu.