Beberapa Tips Agar Tetap Fit Setelah Begadang

Beberapa Tips Agar Tetap Fit Setelah Begadang

Pekerjaan yang banyak atau mungkin ada nya pertandingan sepakbola pada dini hari mungkin dapat memaksa anda agar begadang. Padahal dipagi harinya anda harus menjalani aktivitas seperti biasa. Anda mungkin masih bisa menjalani berbagai kegiatan dengan tubuh fit meski tidak mendapat waktu tidur yang cukup pada malam harinya.

Agar tubuh anda dapat berfungsi dengan baik, orang dewasa disaran kan untuk tidur malam selama delapan jam dan anak-anak sekitarnya 9-10 jam. Kebutuhan tidur ini berbeda-beda pada masing-masing individu tergantung pada usia, aktivitas, dan kondisi medis yang dimiliki. Ketika sedang begadang otomatis jam tidur anda berkurang drastis. Hal ini lah yang dapat mempengaruhi fungi dari tubuh anda terkhusunya otak.

Karena dipagi harinya anda mungkin bisa diserang oleh rasa ngantuk. Tidak hanya itu saja daya konsentrasi anda pun dapat menurun karena otak dan tubuh tidak dapat waktu istirahat yang cukup.

Menurut hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, kinerja tubuh orang yang melakukan aktivitas begadang semalaman kemungkinan sama dengan seseorang yang sedang mabuk. Jika anda tidak mempunyai pilihan lain selain begadang, tapi anda tetap ingin fit pada pagi hari hingga aktivitas harian anda berakhir, coba lah itu ikutin tips dibawah ini.

  • Komsumsi kafein

Mengkomsumsi minum berkafein seperti kopi atau minuman berenergi bisa membuat tubuh anda menjadi lebih fit. Minuman ini bisa membuat anda terjaga selama 3-4 jam. Agar tubuh tetap bisa siaga sepanjang hari, Anda bisa mengkomsumsinya tiap beberapa jam. Namun sesuaikan dengan dosis harian yang dapat diterima oleh tubuh anda. batas asupan kafein yang dianggap wajar adalah sekitar 100-200 mg tiap harinya atau setara 1 hingga 2 cangkir kopi per hari.

  • Sisihkan waktu untuk tidur siang

Setelah anda mengkomsumsi kafein disarankan sekali untuk bisa berbaring dan memejamkan mata anda sejenak. Anda bisa tidur siang pada jam istirahat selama 10-30 menit. setelah itu anda dapat terbangun dengan tubuh yang segar. Apabila anda begadang pada malam hari diharapkan sebelum melakukannya anda setidaknya menyisihkan waktu sekitar 40 menit untuk tidur siang, anda mungkin terbangun dengan kondisi kepala yang pening. Namun apabila rasa pening itu sudah mulai menghilang maka manfaat tidur siang bisa anda rasakan.

  • Terangi Ruangan Anda

Saat lelah orang mungkin lebih memilih memadamkan lampu agar bisa beristirahat dengan nyenyak. Untuk menghindari efe ingin tidur setelah begadang disarankan sekali untuk selalu berada diruangan yang terang anda juga bisa berjemur sejenak dibawah sinar matahari agar tetap terjaga.

  • Mandi Air Hangat

Udara hangat memang bisa membuat anda menjadi lebih nyaman untuk tidur sehingga bisa menimbulkan resiko kantuk. Untuk menghalaunya sisihkan waktu untuk mandi air dingin atau mencuci muka anda dengan menggunakan air dingin untuk bisa mengusir kantuk. Suhu dingin berguna untuk merangsang aktivitas saraf ditubuh anda, sehingga rasa kantuk dapat berkurang.

Ketika semua aktivitas harian anda telah berakhir, segera lah gunakan waktu untuk tidur apabila keesokan harinya libur, Anda bisa melakukannya dengan mematikan alarm tidur anda, sehingga anda terbangun secara alami, karena hal seperti ini dapat membantu anda untuk mengembalikan kondisi tubuh anda seperti sedia kala.

Meski begitu sangat tidak  disarankan sekali begadang, sebab begadang dapat menganggu siklus kerja alamiah tubuh. Tubuh diprogram untuk terjaga pada siang hari dan terlelap pada malam harinya. Ketika malam hari nya tidak dipakai untuk beristirahat. apabila itu terjadi dalam jangka waktu yang panjang tubuh anda bisa merasakan dampak negatif dari kurang tidur.

Manfaat Dari Cordyceps Bagi Kesehatan Yang Dilihat Dari Segi Medis

Manfaat Cordyceps Bagi Kesehatan

Cordyceps sinensis banyak dikenal sebagai tanaman obat tradisional kuno yang banyak digunakan di daerah Tibet sejak abad ke -15. Tumbuhan ini adalah jamur yang melekat sebagi parasit pada ulat dan berasal dari dataran tinggi Sikkim Utara, India.

Herba ini sudah mulai diteliti setelah ditengarai dapat memberikan manfaat pada hewan ternak. Selanjutnya cordyeps digunakan sebagai obat herba, baik sebagai bahan tunggal maupun sebagai campuran dengan tanaman herba lain, untuk menangani berbagai penyakit. Melalui penelitian di laboratorium, bahan ini kemudian di kembangkan menjadi suplemen.

Cordyceps banyak mengandung nutrisi, seperti protein atau asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral. Cordyceps memiliki kemungkinan untuk dapat meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh dengan cara merangsang sel-sel. Jamur ini juga mungkin dapat memerangi sel kanker dan memperkecil ukuran tumor, terutama kanker kulit dan paru-paru. Akan tetapi belum terdapat data yang akurat mengenai manfaat ini secara umum pada manusia. Karena itu manfaat cordyceps masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

Masyarakat mengenal cordyceps sebagai salah satu suplemen yang mampu untuk meringankan kondisi kesehatan tertentu. Manfaat dari cordyceps yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat adalah.

  • Membantu Meredakan Gangguan Pernapasan

Ada beberapa zat yang terkandunga pada cordyceps seperti cordycepin dan adnosin, yang berfungsi untuk dapat menstimulagi efek penyebaran ion pada saluran pernapasan. Hal itu ditemukan oleh penelitian di labolatorium. Cordyceps juga menunjukan peningkatan kapasitas penggunaan oksigen pada penelitian di hewan.

Terutamanya bagi orang dewasa mengkomsumsi cordyceps dapat berfungsi untuk meredekan gejala asma jika dikomsumsi secara alami. Disisi lain pengkomsumsian cordyceps oleh anak-anak tidak akan memberikan efek apapun terhadapa penanganan gejala asma, mesi digabungkan dengan herba lain saat mengkomsumsinya. Sebuah studi klinis lain menemukan manfaat  lain dari cordyceps yang berfungsi juga untuk meringankan asma, bonkitis dan penyakit paru-paru obstruktif kronik. Meski begitu khasiat nya juga sering dikaikan dengan mengkombinasikan bersama bahan-bahan lain. Hal ini juga akan menjadikan khasiat dari cordyceps secara khusu sulit untuk dipastikan.

  • Meningkatkan Performa Fisik

Walau masih ada beberapa anggapan dari masyarakat bahwa cordyceps juga dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan fisik seseorang dalam melakukan olahraga, namun ada juga beberapa penelitian yang tidak membuktikan untuk hal tersebut.

  • Melindungi Jantung

Di negara Tiongkok telah dilakukan penelitian mengenai cordyceps yang menunjuk kan kalau jamur ini mempunyai berberapa manfaat untuk aritmia atau gangguan ritme jantung. Beberapa penelitian juga menyatakan bahan ini juga dapat memelihra kesehatan jantung. Namun masih diperlukan juga uji klinis yang lebih besar untuk membuktikan hal tersebut.

  • Memperlambat Penyakit Ginjal

Sebuah penelitian menunjukan bahwa cordyceps dapat berfungsi untuk memperlambat fibriosis atau membantu proses penbentukan jaringan perut diginjal. Fibrosis ginjal ini adalah salah satu tanda dari penyakit ginjal stadium lanjut. Namun penelitian tersebut juga masih belum dilakukan secara klinis untuk melihat efeknya kepada manusia.

  • Memperlambat Pertumbuhan Tumor

Telah dilakukan beberapa penelitian juga yang dilakukan terhadap hewan, percobaan yang di buat ini untuk membuktikan bahwa cordyceps dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memerangi tumor pada beberapa jenis kanker.

  • Menangani Diabetes

Sebuah penelitian klinis lain juga telah menemukan bahwa kandungan dari ekstrak polisakarida yang dihasilkan dari cordyceps sangat dipercaya mampu untuk membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, dengan cara meningkatkan kepekaan terhadap insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa. Tetapi temuan ini juga belum terbukti akurat pada manusia.

Meski diklaim dapat mendatangkan berbagai manfaat seperti yang sudah disebutkan diatas, namun perlu juga untuki diingat bahwa pada umumnya klaim tersebut didapat kan dari hasil experimen pada tingkat sel dan terhadap hewan. Baru sedikit sekali penelitian yang diterapkan pada manusia. Karena itu dapat disimpulkan bahwa efektivitas bahan ini dalam menangani gangguan kesehatan pada manusia masih belum terbukti secara akurat.