Aung Thura Sebagai Salah Satu Wartawan Yang Ditahan

Aung Thura Sebagai Salah Satu Wartawan Yang Ditahan post thumbnail image

Salah seorang wartawan birma ditahan pada saat bentrokan yang terus berlanjut diantara pada pihak keamanan dan pada demonstran

Tepatnya di depan pengadilan di ibu kota, Nay Pyi Taw seorang wartawan yang sedang melaporkan kondisi sekitar tersebut di tahan online tentara yang tidak berseragam.

Aung Thura Sebagai Salah Satu Wartawan Yang Ditahan

Aung Thura Sebagai Salah Satu Wartawan Yang Ditahan

Salah satu stasiun berita mengatakan dalam satu pernyataan, yang berisikan jika sangat tidak mudah untuk meminta para pemerintah militer membantu untuk memberi tahukan dimana lokasi wartawan yang di tangkap itu.

Dalam rangkaian protes tersbut setidaknya terlapor delapan orang yang meninggal dari kericuhan tersebut dari beberapa kota.

Ternyata bukan hanya wartawan Aung Thura yang di tangkap saja, namun ada beberapa wartawan yang di tangkap bersamaan dengan Aung Thura. Dan wartawan lain tersebut adalah yang bekerja untuk media setempat yaitu, Mizzima. Sedangkan saat itu izin dari Mizzima sudah di berkukan oleh pemerintah setempat.

Sebuah pernyataan di lontarkan oleh pimpinan yang memperkerjakan Aung Thura yang di tangkap tersbut, beliau mengatakan bahwa pada saat kejadikan mereka beserta timnya berlum sempat untuk melakukan kontak, dan akan di lakukan usaha apapun untuk menemukan salah satu pekerjanya yang di tangkap itu.

Ada 40 wartawan yang di tahan sampai saat ini sejak terjadinya kudeta pada tanggal 1 Februari, dan di beritakan bahwa pemerintahan mencabut izin dari 5 media yang ada . ada 8 orang yang meninggal akibat di tembak oleh aparat keamanan di kota Aungban, berita ini di keluarkan oleh media local dan pihak yang mengurus pemakaman.

Adapun laporan dari Yagon yang di beritakan adalah pada saat itu jalan-jalan sangat padat karena banyak orang yang melarikan diri dari kekerasan, kemudian polisi juga memaksa pada demonstran untuk menggeser brikade yang mereka dirikan pada saat itu.

Ada sekitar 50 orang yang meninggak pasca pada militer dan pihak kepolisian melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa di berbagai daerah. Tercatat bahwa korban yang paling banyak berjatuhan di daerah Yagon.

Terdengar kabar bahwa pabrik-pabrik Cina di saja juga ikut di serang karena adanya informasi bahwa Cina juga mendikung pihak militer tersebut.

Related Post